Tips Memilih Material Pengisi Rumah yang Sehat dan Aman

Tips memilih material pengisi rumah yang sehat dan aman. Material pengisi rumah yang sehat dan aman merupakan kunci utama sebuah hunian yang nyaman. Bagaimanapun, tujuan dasar manusia membangun sebuah hunian adalah untuk melindungi diri dan keluarganya dari segala bentuk gangguan alam dan cuaca luar yang merugikan kesehatan. Ketika tujuan dasar itu telah tercapai, tetapi tidak diimbangi dengan kualitas elemen pengisi hunian yang sehat, maka semua itu akan sia-sia saja. Sebuah hunian yang hanya dapat melindungi penghuninya dari terpaan cuaca dan gangguan alam di luar rumah, tetapi tidak dapat melindungi penghuninya dari bahaya-bahaya di dalam rumah akibat pemilihan meterial pengisi rumah yang salah, bukanlah sebuah hunian yang ideal. Sebuah hunian yang ideal seharusnya dapat melindungi penghuninya dari gangguan yang membahayakan baik dari luar rumah maupun yang ada di dalam rumah itu sendiri.

Berdasarkan hal-hal tersebut maka pemilihan material pengisi rumah yang sehat dan aman itu wajib. Berikut ini akan dibahas bagaimana cara memilih material pengisi rumah yang sehat dan aman.

Lantai

Lantai, selain menjadi tempat berpijak penghuni rumah dan tempat bermain untuk anak-anak, juga merupakan salah satu bagian rumah yang paling banyak bersentuhan langsung dengan manusia penghuni rumah dalam jangka waktu yang lama. Sehingga menjadi sangat penting untuk memilih material lantai yang sehat agar tidak membahayakan kesehatan para penghuni rumah.

  1. Lantai Kayu

Lantai kayu sering digunakan untuk menampilkan kesan etnik dan hangat pada interior rumah. Selain itu, kayu asli yang bahan bakunya berasal dari pepohonan jelas merupakan material alami yang sangat baik untuk kesehatan sehingga merupakan material yang paling disarankan sebagai elemen pengisi lantai. Akan tetapi material kayu asli untuk lantai harganya relatif mahal karena untuk mendapatkan berlembar-lembar kayu, kita harus menebang beberapa pohon. Padahal, untuk menumbuhkan satu batang pohon hingga siap tebang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sehingga untuk menyiasatinya, bagi yang ingin menampilkan kesan ruangan berlantai kayu yang etnik dan hangat tetapi memiliki dana yang terbatas, digunakanlah material plywood (lantai parket).

Lantai Kayu 1

  1. Plywood (lantai parket)

Plywood (lantai parket), yaitu bahan lantai yang terbuat dari lembaran kayu yang berasal dari kayu-kayu lapis sisa kayu utuh yang direkatkan dengan perekat sintetis. Nah, bahan perekat sintetis untuk plywood ini seringkali mengandung urea formaldehida dan fenol yang tidak baik untuk kesehatan. Sehingga apabila memang ingin menggunakan lantai kayu untuk menimbulkan kesan etnik dan hangat, sangat disarankan untuk menggunakan bahan kayu asli daripada kayu olahan (seperti plywood/parket, dll). Kalau memiliki masalah keterbatasan dana, kita tidak perlu memaksakan diri menggunakan lantai berbahan kayu olahan (plywood) kalau sekedar ingin menampilkan kesan etnik. Karena kita masih memiliki alternatif lain, yaitu dengan menggunakan material keramik bermotif kayu.

  1. Lantai Keramik

Lantai keramik terbuat dari material alami, yaitu tanah liat yang dibakar, sehingga jauh lebih sehat daripada material kayu olahan. Keramik juga memiliki daya tahan jauh lebih lama dibandingkan kayu olahan. Selain itu, dibanding dengan kayu, keramik merupakan material lantai kedap air yang tidak membutuhkan perawatan khusus, asal rajin dibersihkan saja. Sedangkan, baik material kayu asli maupun kayu olahan, kedua-duanya bukanlah jenis material yang kedap air sehingga rawan diserang oleh rayap apabila perawatannya tidak tepat.

Lantai Keramik Motif Kayu

Keramik lantai yang ada sekarang memiliki beragam motif yang bisa disesuaikan dengan berbagai macam konsep ruangan yang diinginkan. Berkaitan dengan poin 1 dan 2 di atas, bagi yang memiliki masalah keterbatasan dana tetapi tetap ingin menampilkan kesan lantai kayu yang hangat, bisa menggunakan keramik lantai motif kayu. Saat ini, ada beragam motif kayu yang digunakan pada keramik lantai. Anda bisa memilihnya sesuai dengan kesan ruangan yang ingin ditampilkan.

  1. Lantai Batu Alam

Lantai berbahan batu alam juga sangat disarankan karena ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan karena berasal dari alam, tidak mengandung zat-zat pencemar berbahaya, dapat menyerap air, dan mampu mengurangi kelembaban udara. Lantai batu alam sangat cocok diaplikasikan di wilayah iklim tropis yang cenderung panas karena permukaannya bersifat dingin serta dapat mengurangi kelembaban. Contoh lantai batu alam mulai yang paling mahal adalah marmer, granit, teracota, batu candi, dan batu kali.

Lantai Batu Alam

  1. Penutup Lantai

Material penutup lantai yang popular yaitu karpet. Karpet sebagai penutup lantai sangat nyaman digunakan, karena selain melindungi tapak kaki penghuni dari dinginnya lantai juga digunakan sebagai alas bermain bagi anak-anak. Sehingga pemilihan bahan karpet yang sehat wajib diperhatikan. Sebaiknya, pilihlah karpet yang berasal dari serat alam, seperti wol, hessian, dan rumput, karena kemungkinan mengandung bahan-bahan kimia jauh lebih sedikit dibanding karpet berbahan serat sintetis, seperti nilon dan poliester yang mengandung zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan. Sebagai contoh, karpet berbahan plastik PVC (polivynilklorida) sebaiknya tidak digunakan karena PVC bersifat toksik yang apabila terpapar dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan penyakit kanker.

Karpet 1

Karpet berbahan serat alam harganya memang jauh lebih mahal daripada karpet berbahan serat sintetis, karena memang jauh lebih sehat. Sehingga apabila Anda memiliki keterbatasan dana, tidak perlu memaksakan diri memilih karpet berbahan serat sintetis, apalagi bila area karpet itu akan digunakan sebagai area bermain anak-anak. Anda bisa menggantinya dengan tikar berbahan serat tumbuhan yang jauh lebih sehat untuk alas bermain anak. Tetapi kalau tujuan pemasangan karpet adalah untuk memperindah ruangan, sebaiknya Anda bersabar menyisihkan dana agar bisa membeli karpet berbahan serat alami yang memang lebih mahal tetapi juga jauh lebih sehat.

Dinding

Material pelapis dinding yang sehat juga wajib diperhatikan untuk menciptakan lingkungan hunian yang sehat. Berikut ini adalah cara memilih material yang sehat untuk dinding rumah.

  1. Wallpaper

Wallpaper dengan berbagai macam motif dan warnnya akan membuat tampilan dinding terlihat sangat cantik dan lebih hidup. Dengan memasang wallpaper pada dinding, sebuah ruangan dapat terlihat lebih homey dan penuh walaupun tanpa banyak perabot. Sehingga banyak orang menggunakan wallpaper untuk memperindah tampilan ruangannya. Akan tetapi, dibalik keindahan tampilannya dan kemampuan instannya untuk mengubah suasana ruang, beberapa jenis wallpaper terutama wallpaper berbahan dasar minyak sering mengandung bahan toksik (bersifat racun) seperti VOC (Volatile Organic Compounds), phthalate, dan timah  yang membahayakan kesehatan. Sehingga pastikan untuk memilih wallpaper berlabel bebas VOC, phthalate, maupun timah. Water based wallpaper (wallpaper berbahan dasar air) biasanya cukup aman untuk digunakan.

  1. Cat Dinding

Seperti halnya wallpaper, beberapa jenis cat dinding pun juga ada yang mengandung bahan-bahan toksik. Sehingga pastikan untuk memilih cat dinding berlabel bebas VOC. Sebagai contoh, cat emulsi untuk dinding yang sering mengandung PVC dalam jangka lama bisa menyebabkan penyakit kanker; kemudian ada cat berbahan dasar minyak dengan tinner sebagai pengencer yang juga bersifat toksik untuk sistem syaraf, darah, dan pernafasan. Sehingga untuk ruangan dengan tingkat aktivitas penghuni yang relative tinggi sebaiknya pilih water based paint (cat dinding berbahan dasar air) karena cenderung lebih aman digunakan.

Cat

Furniture

Pemilihan materal furniture juga ikut menentukan tingkat kesehatan sebuah hunian. Apabila Anda menyukai furniture berbahan logam, misalnya kursi besi, lemari tembaga, tempat tidur besi dan sejenisnya, sebaiknya Anda memikirkan ulang untuk mengisi ruangan Anda, terutama ruang tidur, dapur, dan ruang-ruang lain dengan tingkat aktivitas manusia yang tinggi, dengan furniture yang terbuat dari logam. Furniture berbahan dasar logam bersifat elektromagnetis serta merupakan penghantar listrik dan panas sehingga dapat menganggu energi listrik dan medan magnet alami tubuh manusia. Sebaiknya, minimalkan penggunaan furniture berbahan dasar logam hanya untuk area eksterior (luar ruangan), seperti taman dan teras. Misalnya, meja dan kursi besi untuk area taman dan teras. Sedangkan untuk ruang tidur, ruang keluarga, dapur, dan ruang-ruang lain yang sering digunakan untuk aktivitas penghuni, sebaiknya menggunakan furniture yang terbuat dari material kayu, rotan, maupun bambu. Demikian artikel ini. Semoga bermanfaat!

Hits: 1903

4 comments on “Tips Memilih Material Pengisi Rumah yang Sehat dan AmanAdd yours →

Leave a Reply