Berkunjung ke Italia & Bergaul dengan Masyarakatnya

BERKUNJUNG KE ITALIA DAN BERGAUL DENGAN MASYARAKATNYA. PETA NEGARA-NEGARA YANG MENGELILINGI LAUT MEDITERANIA. NEGARA-NEGARA YANG DILINGKARI, YAITU ITALIA, SPANYOL, DAN TUNISIA ADALAH NEGARA-NEGARA YANG AKAN DIBAHAS DALAM ARTIKEL BERSAMBUNG INI.
Berkunjung ke italia dan bergaul dengan masyarakatnya. PETA NEGARA-NEGARA YANG MENGELILINGI LAUT MEDITERANIA. NEGARA-NEGARA YANG DILINGKARI, YAITU ITALIA, SPANYOL, DAN TUNISIA ADALAH NEGARA-NEGARA YANG AKAN DIBAHAS DALAM ARTIKEL BERSAMBUNG INI.

Berkunjung ke Italia dan bergaul dengan masyarakatnya mungkin suatu hari akan menjadi pengalaman Anda. Italia merupakan negara yang terletak di Benua Eropa bagian selatan. Karena letaknya di tepi Laut Mediterania sehingga berdekatan pula dengan negara-negara seperti Perancis, Swiss, Yunani, Turki, Malta, dan Tunisia (sebuah negara berbudaya Arab yang indah yang terletak jazirah Afrika Utara, akan dibahas pada artikel lain), maka Italia memiliki kekayaan budaya yang unik dan eksotik, baik dalam hal tradisi maupun makanannya, berkat akulturasi budayanya dengan negara-negara tersebut.

Anda mungkin menganggap Negara Italia sama dengan negara-negara lainnya di Benua Eropa. Kenyataannya Italia adalah Italia. Walaupun terletak di Benua Eropa, tetapi Italia cenderung berbeda dengan negara-negara Eropa lainnya, terutama Eropa Barat seperti Perancis, Swiss, Jerman, Inggris, dan Belanda.

Kalau orang Belanda, Jerman, Inggris, dan kebanyakan negara-negara di Eropa Barat terkenal dengan budaya disiplin, taat peraturan, dan tepat waktu, maka lain ceritanya dengan di Italia. Orang Italia tidak terlalu bisa diandalkan untuk tepat waktu ketika ada janji. Tetapi mereka menuntut orang lain untuk tepat waktu.

Ketika Anda berkunjung ke Italia, terutama di kota-kota wisatanya seperti Kota Roma, sebaiknya Anda selalu berhati-hati, karena banyak copet bertampang mirip-mirip bintang telenovela. Jangan tertipu dengan tampangnya. Walau bagaimanapun mereka adalah pencopet.

Selain itu, apabila Anda berencana untuk berwisata keliling kota seharian, sebaiknya jangan terlalu banyak minum kalau tidak ingin sering masuk toilet. Sebab hal itu akan sangat banyak membuang-buang Euro di dompet Anda. Asal tahu saja, tarif untuk sekedar buang air kecil di toilet umum Italia kalau dirupiahkan bisa digunakan untuk membeli secangkir kopi di Starbucks. Tarif toilet umum paling murah (di kota-kota yang tidak populer) kalau di Indonesia sudah bisa digunakan untuk membeli sebungkus nasi warteg dengan lauk sederhana, yaitu €0.50 (Rp.7,500). Sedangkan tarif toilet umum kebanyakan adalah €1 (Rp.15,000) yang kalau di Indonesia, dengan uang sejumlah itu kita sudah bisa mendapatkan sebatang coklat Silver Queen. Untuk tarif toilet umum paling mahal adalah toilet-toilet umum di Venezia yaitu €2 (Rp. 30,000) yang kalau di Indonesia, dengan uang sejumlah itu kita sudah bisa mendapatkan secangkir Caffé Latte atau Cappuccino di Starbucks, atau sepiring nasi goreng kambing Kebon Sirih yang terkenal itu (catatan: kurs saat ini €1=Rp.15,000-an).

Tetapi, kalau Anda memang hobi keluar masuk toilet (mungkin seperti salah satu sahabat saya yang hobi mencoba toilet di setiap kota atau negara yang disinggahi untuk sekedar meninggalkan jejak di sana) dan Anda berada di Kota Roma, maka Anda sebaiknya membeli Roma Pass terlebih dahulu di counter-counter yang ada di bandara atau stasiun. Karena ada banyak toilet yang bisa digunakan secara gratis oleh pemegang Roma Pass.

Orang Italia sangat senang mengobrol dan kumpul-kumpul dengan keluarga, karena keluarga besar adalah pusat kehidupannya. Jadi, Anda tidak perlu heran ketika Anda mengobrol dengan Italiani (baca:orang-orang Italia), baik itu obrolan bertatap muka maupun obrolan lewat telepon, maka obrolan akan sangat panjang dan menyita waktu. Mereka senang sekali menceritakan kehidupan keluarga dan teman-temannya. Dan sebaliknya, mereka pun juga senang bertanya kepada Anda mengenai kehidupan keluarga dan teman-teman Anda. Padahal, umumnya orang Eropa Barat lainnya menganggap kehidupan keluarga itu terlalu pribadi untuk diceritakan kepada orang lain (yang bukan sahabat yang benar-benar dekat).

Rata-rata Italiani (terutama orang Italia Selatan) adalah orang yang sangat ramah dan ekspresif dalam kesehariannya. Aktivitas mengobrol akan selalu disertai gerakan-gerakan tangan dan badan yang ramai. Kalau orang-orang Asia mengatakan tidak setuju dengan kata ‘tidak’ saja atau cukup menggelengkan kepala saja dengan bahasa tubuh yang cukup kalem, maka biasanya Italiani akan mengatakan ‘tidak’ dengan sangat ekspresif disertai gerakan kepala menggeleng masih ditambah lagi dengan gerakan tangan yang ramai untuk menegaskan ekspresinya. Istilah saya, gaya ngobrol mereka itu heboh sekali.

Jangan heran pula ketika butuh waktu lama untuk menutup pembicaraan. Misalnya, ketika sudah saatnya mengakhiri pembicaraan di telepon, rekan Italia Anda sudah mengucapkan kalimat penutup dengan kata Ciao! (baca: dadah), kemudian dia mengatakan, “Oh ya, saya dengar katanya bla bla bla.”, dan dia kemudian melanjutkan ceritanya secara panjang lebar. Begitu seterusnya, dia akhiri lagi pembicaraan, “Oke! Ya sudah segitu dulu ya, kita bicara lagi besok…. (dan sedetik kemudian)…Oh ya, saya lupa mau cerita, waktu itu…bla bla bla.”

Akan tetapi, walaupun Italiani sangat senang mengobrol, ada beberapa topik sangat sensitif yang sebaiknya tidak Anda tanyakan dan bicarakan, yaitu membicarakan masalah politik dalam negeri Italia (baik itu masalah birokrasinya yang rumit, masalah korupsinya, mafia mafioso-nya, maupun partai-partai politiknya), kesenjangan perekonomian antara Italia Selatan dan Italia Utara, serta masalah persepsi mengenai bagaimana orang Italia Selatan memandang orang Italia Utara dan sebaliknya. Kalau Anda memang sangat penasaran dengan topik-topik tersebut, Anda bisa bertanya kepada Eyang Google yang sudah pasti punya lebih banyak jawaban. Anda toh saat ini bisa menemukan dan membaca artikel ini, artinya Anda pasti punya akses ke tempat Eyang Google, ‘kan?

Walaupun demikian dalam artikel ini saya akan sedikit membahas perbedaan antara orang-orang Italia Utara dengan orang-orang Italia Selatan dalam hal keseharian. Orang Italia Selatan rata-rata sangat ramah dan ekspresif. Kalau istilah saya, seperti gabungan antara orang Jawa dan Batak. Keramahannya mirip dengan orang Jawa, sedangkan keekspresifannya mirip dengan orang Batak (termasuk dalam hal intonasi bicaranya). Sementara orang Italia Utara jauh lebih cool dan cuek, mirip dengan orang Jakarta kalau di Indonesia. Kalau dari segi penampilan, orang Italia Utara adalah juaranya. Tidak peduli pria atau wanitanya, mereka sangat memperhatikan penampilan, terutama masalah gel rambut (untuk pria), parfum, dan stelan-stelan yang modis. Para prianya bahkan kelihatan sangat nyaman mengenakan pakaian berwarna ngejreng, semacam celana merah ketat dipadukan dengan kemeja berbunga-bunga kuning atau kaus ketat berwarna biru menyala. Anda bahkan bisa mencium aroma parfum mereka dari jarak beberapa meter. Menurut saya pribadi, mereka mungkin adalah konsumen parfum dan gel rambut paling royal sedunia. Sedangkan orang Italia Selatan gaya busananya cenderung lebih kalem (baca: jadul) dibandingkan orang-orang Italia Utara. Perbedaan style itu mengingatkan saya dengan perbedaan style antara kaum muda urban (Jakarta atau Bandung) dengan kaum muda di pedesaan, sekitar 15 tahunan yang lalu sebelum era pertukaran informasi mode via internet berkembang.

Perbedaan lainnya adalah masalah bahasa. Kalau Anda berkunjung ke wilayah Italia Utara sampai Tengah, banyak orang yang bisa Anda tanyai menggunakan Bahasa Inggris. Mungkin karena banyak kota di wilayah Italia Tengah dan Utara yang merupakan kota destinasi wisata seperti Roma, Vatikan, Venezia, Pisa, San Marino, dan Milan sehingga banyak orang yang mengerti Bahasa Inggris. Tetapi pada saat Anda berkunjung ke daerah-daerah di wilayah Italia Selatan, kalau Anda tidak bisa berbahasa Italia, maka bersiap-siaplah untuk menggunakan bahasa paling kuno sedunia, yaitu Bahasa Tarzan, karena tidak banyak orang di wilayah Italia Selatan yang memahami Bahasa Inggris dengan baik.

Wilayah Italia Utara dan Selatan
PEMBAGIAN WILAYAH ITALIA UTARA, TENGAH, DAN SELATAN MIRIP SEPERTI PEMBAGIAN WILAYAH INDONESIA BARAT, TENGAH, DAN TIMUR. WILAYAH ITALIA SELATAN, MISALNYA SARDINIA DAN SISILIA MEMILIKI BEBERAPA KEEKSOTIKAN BUDAYA YANG LEBIH MIRIP DENGAN NEGARA TUNISIA YANG TERLETAK DI SEBERANGNYA DARIPADA DENGAN WILAYAH TETANGGANYA, YAITU ITALIA TENGAH DAN ITALIA UTARA (AKAN DIBAHAS PADA ARTIKEL TENTANG TUNISIA).

Selanjutnya mengenai budaya memanggil orang di Italia. Berbeda dengan masyarakat barat lainnya yang lebih suka dipanggil namanya saja walaupun punya gelar profesor, Italiani lebih senang apabila disapa dengan gelar. Di Italia, kalau Anda mendengar seseorang disapa dengan sebutan profesor, jangan langsung berasumsi kalau dia adalah seorang profesor (dalam arti guru besar di perguruan tinggi), karena di Italia setiap guru biasanya akan disapa dengan sebutan profesor. Selain itu, seorang lulusan perguruan tinggi juga sering disapa dengan sebutan dottore atau dottoressa. Seorang wanita yang belum menikah biasanya disapa dengan sebutan Signorina (baca: sinyorina), sedangkan seorang wanita yang sudah menikah biasanya disapa dengan Signora (baca:sinyora), dan seorang pria biasa disapa Signor (baca: sinyor).

Di Italia, kepercayaan, adat istiadat, dan takhayul masih berkembang cukup kuat. Italiani masih percaya adanya hari-hari sial, yaitu Selasa dan Jumat. Sehingga ketika mengadakan pertemuan bisnis dengan Italiani, mereka tidak akan bersedia melakukan kesepakatan bisnis pada hari-hari itu. Kemudian, kalau di banyak negara, angka yang dianggap sial adalah 13, maka di Italia angka 17 adalah angka yang dianggap sebagai angka sial.

Benda-benda yang umumnya dijadikan hadiah di Italia sama seperti di negara Eropa lainnya, yaitu minuman anggur terbaik, coklat, dan bunga. Untuk hadiah bunga, sebaiknya berhati-hati memilih bunga yang akan dihadiahkan kepada rekan Italia Anda. Hindari menghadiahi Bunga Chrysanthemum, sebab Italiani percaya bahwa bunga ini adalah bunga pembawa sial yang bisa menyebabkan penyakit dan kematian. Salah satu lagi yang mungkin aneh bagi Anda adalah cara mereka menunjukkan rasa bela sungkawanya. Karena salah satu cara untuk menunjukkan rasa bela sungkawa di Italia adalah dengan cara bertepuk tangan.

Bersambung: Berkunjung ke negara-negara lainnya di sekitar Laut Mediterania (Spanyol dan Tunisia).


Baca juga : 

Table Manner: Etiket Makan pada Jamuan Resmi (I)

Etiket Menghadiri Acara Jamuan Resmi

Mister Londo Itu Menilai Indonesia Unik

Hits: 2201

0 comments on “Berkunjung ke Italia & Bergaul dengan MasyarakatnyaAdd yours →

Leave a Reply