Penyebab Rumah Menjadi Angker Sarang Jin Jahat

Penyebab rumah menjadi angker, sarang jin jahat adalah topik yang akan dibahas dalam artikel kali ini. Rumah yang angker (dalam bahasa Jawa disebut wingit) adalah rumah yang memiliki energi negatif akibat pengaruh jin-jin jahat/setan yang ikut menghuni rumah tersebut, kemudian mengganggu manusia penghuninya. Gangguan jin jahat/setan penghuni rumah tersebut bisa dirasakan dampaknya. Misalnya, para penghuni rumah itu malas melaksanakan ibadah, malas berzikir, suasana rumah itu panas, sering terjadi cekcok (pertengkaran), sering dilanda was-was, bahkan kadangkala penghuninya ada yang sampai sakit-sakitan akibat gangguan jin jahat/setan.

Rumah angker tidak melulu berwujud rumah tua yang lama tidak dihuni. Bahkan, rumah yang baru saja dibangun pun bisa menjadi angker, sarang jin jahat, karena berbagai sebab. Lalu, apa sajakah penyebab rumah menjadi angker, sarang jin jahat itu?

Penyebab rumah menjadi angker (1): banyak ruangan kosong tak dipakai di dalam rumah dan rumah yang di dalamnya jarang digunakan untuk beribadah, berzikir, dan membaca Al-Quran.

Penyebab rumah menjadi angker, sarang jin jahat salah satunya adalah akibat banyaknya ruangan kosong yang jarang digunakan atau jarang ditempati. Hal ini banyak dijumpai pada bangunan rumah besar yang hanya dihuni oleh sedikit orang. Mengapa demikian? Sebuah rumah yang besar pasti memiliki banyak kamar dan ruang-ruang lainnya. Nah, apabila penghuninya sedikit, misalnya kurang dari empat orang, tentunya ada banyak kamar dan ruangan yang tersisa, yang jarang dipakai untuk beraktivitas.

Dalam Islam, kamar-kamar dan ruangan yang tidak ditempati oleh manusia itu akan dihuni oleh para makhluk dari golongan jin dan setan. Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Kamar pertama untuk laki-laki, kamar kedua untuk istrinya, kamar ketiga untuk tamu, dan kamar keempat untuk setan.” (HR. Muslim)

Itulah mengapa umat muslim dianjurkan agar tidak berlebih-lebihan (bermegah-megahan) dalam membangun rumah. Sebaiknya ukuran bangunan rumah disesuaikan dengan jumlah orang yang menghuni rumah tersebut. Apabila jumlah penghuni rumah itu hanya sedikit, misalnya empat orang atau kurang, kemudian dia membangun rumah besar dengan tujuh kamar, maka ada potensi tiga atau empat kamar kosong yang sangat kondusif dijadikan sebagai tempat tinggal jin jahat/setan.

Lalu bagaimana apabila kita telanjur memiliki rumah besar dengan banyak kamar dan ruangan tak terpakai?

Kalau seperti itu kondisinya, usahakan jangan sampai membiarkan kamar dan ruangan-ruangan itu kosong sama sekali tanpa pernah digunakan untuk beraktivitas. Gunakanlah setiap hari barang beberapa saat untuk membaca Al-Quran, misalnya. Atau, putarlah murotal, terutama surah Al-Baqarah di ruang-ruang tersebut setiap hari.

Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah menjadikan rumah kalian seperti kuburan, karena rumah yang (di dalamnya) dibacakan surah Al-Baqarah padanya, maka ia tidak akan dimasuki oleh setan.” (HR. Muslim)

Selain hadits di atas, ada sebuah hadits lagi yang menurut At-Tirmidzi merupakan hadits gharib, tetapi menurut Al-Hakim (dalam kitab Mustadrak) hadits ini telah sesuai dengan syarat-syarat hadits Bukhari dan Muslim, yaitu dari Nu’man ibn Basyir yang berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT telah menulis sebuah kitab 2000 tahun sebelum menciptakan seluruh langit dan bumi, telah diturunkan padanya dua ayat, dimana dengannya ditutup surah Al-Baqarah, dan rumah mana pun yang dibacakan padanya (dua ayat tersebut), maka setiap kali ia dibaca tiga kali pada sebuah rumah, maka setan tidak akan mendekatinya.” (HR. Al-Hakim dan At-Tirmidzi)

Selain digunakan untuk membaca Al-Quran (terutama surah Al-Baqarah), kamar dan ruangan-ruangan kosong itu juga sebaiknya digunakan untuk melaksanakan salat wajib dan sunah secara bergantian. Misalnya, salat Dhuha di kamar kosong A, salat witir di kamar kosong B, salat tahajud di kamar kosong C, dan seterusnya. Sedangkan untuk ibadah salat wajib di rumah bisa dilakukan oleh penghuni rumah yang perempuan karena salat perempuan yang paling utama adalah di rumahnya. Misalnya, salat subuh di kamar kosong A, salat Zuhur di kamar kosong B, salat Asar di ruangan kosong lantai atas, dan seterusnya. Intinya, jangan pernah membiarkan satu ruangan pun di dalam rumah itu kosong dari aktivitas, terutama dari aktivitas ibadah dan zikrullah.

Rasulullah SAW bersabda: “Jadikanlah rumah kalian sebagai tempat salat kalian, jangan jadikan ia sebagai kuburan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Penyebab rumah menjadi angker (2): terdapat gambar makhluk bernyawa, hiasan hewan mati yang diawetkan, hiasan patung (arca), dan anjing di dalam rumah.

Penyebab rumah menjadi angker, sarang jin jahat berikutnya adalah adanya gambar-gambar makhluk bernyawa, hiasan hewan mati yang diawetkan, dan hiasan patung (arca) di dalam rumah.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya para pemilik gambar ini akan mendapat siksa pada hari kiamat, dan dikatakan kepada mereka, “Hidupkanlah (berilah nyawa) apa-apa yang kamu ciptakan,” dan beliau bersabda, “Sesungguhnya rumah yang terdapat padanya gambar-gambar tidak akan dimasuki oleh malaikat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Malaikat tidak akan memasuki rumah yang terdapat padanya patung-patung dan gambar-gambar.” (HR. Muslim)

Malaikat tidak akan memasuki rumah yang terdapat padanya anjing dan gambar-gambar.” (HR. Bukhari)

Rumah dimana malaikat senang berada di dalamnya, maka setan tidak akan berani masuk. Sebaliknya, rumah dimana malaikat tidak bersedia masuk, maka disitulah para jin jahat/setan akan masuk. Nah, seperti disebutkan dalam hadits di atas, bahwa malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar (makhluk bernyawa) dan patung-patung, maka jin jahat/setan akan masuk melalui pintu itu. Ini artinya, gambar-gambar makhluk bernyawa dan patung-patung itu menjadi pintu masuk jin jahat/setan untuk ikut mendiami rumah tersebut, kemudian mengganggu para penghuninya, menebarkan pengaruh negatif dan bisikan jahat kepada manusia-manusia penghuni rumah tersebut. Gangguan-gangguan jin jahat inilah yang mendatangkan kesan bahwa rumah yang ditinggalinya itu angker.

Penyebab rumah menjadi angker (3): penghuni rumah melakukan perbuatan-perbuatan syirik, seperti menggunakan/memasang jimat, haikal-haikal (rajah), suka mendatangi dukun/paranormal, mengamalkan ilmu-ilmu hitam, dan sejenisnya.

Penyebab rumah menjadi angker, sarang jin jahat selanjutnya adalah akibat perilaku syirik penghuni rumah itu sendiri. Jin jahat/setan tidak memiliki alasan untuk menempel pada manusia apabila manusia itu selalu berada dalam jalan keimanan dan tauhid yang lurus. Pintu masuk utama jin jahat/setan ke dalam rumah selain yang sudah diterangkan pada dua poin di atas adalah karena manusia itu sendiri yang mengundangnya. Caranya? Manusia itu mengikat perjanjian dengan jin jahat/setan itu melalui perilaku syirik.

Lalu bagaimanakah salah satu cara manusia mengikat perjanjian dengan jin jahat/setan itu? Sebuah benda mati, misalnya batu akik, keris, senjata lain, dan sejenisnya sebenarnya merupakan benda biasa saja, kalau tidak diisi melalui ritual-ritual tertentu. Namun, pada golongan orang musyrik, mereka ingin agar batu-batuan, keris, dan senjata lain itu memiliki kekuatan tertentu yang sesuai dengan keperluan mereka, sehingga mereka melakukan ritual-ritual tertentu yang sesuai dengan permintaan jin jahat/setan. Hal ini dilakukan agar jin jahat/setan tersebut mau menuruti keinginan mereka.

Misalnya, orang musyrik itu ingin agar batu akik atau kerisnya memiliki kekuatan untuk melindungi dan menjaga bisnisnya. Nah, jin jahat/setan bersedia membantu asalkan si musyrik itu mau melakukan ritual ini dan itu sebagai syarat. Apabila si musyrik setuju dengan persyaratan tersebut, ia harus melaksanakan ritual sesuai perjanjiannya dengan jin jahat/setan itu. Sebagai gantinya, jin jahat/setan itu akan mendiami batu akik atau keris tersebut, sehingga batu akik atau keris itu memiliki kekuatan untuk melindungi dan menjaga bisnis si musyrik. Selanjutnya, batu akik atau keris yang sudah dihuni oleh jin jahat/setan itu kemudian dibawa pulang oleh si musyrik. Itu artinya, ikut masuklah jin jahat/setan tersebut ke dalam rumahnya untuk selanjutnya akan membawa pengaruh jahat ke dalam rumah tersebut. Jin jahat/setan tersebut tentu saja akan membawa bala tentaranya pula untuk ikut bersamanya, maka jadilah rumah itu menjadi sarang jin jahat/setan. Mereka akan menebarkan energi jahat yang ikut mempengaruhi perilaku para manusia penghuni rumah tersebut. Energi jahat itu akhirnya membawa kesan bahwa rumah tersebut angker.

Selain menggunakan jimat dan haikal-haikal, jin jahat juga bisa masuk ke dalam rumah apabila penghuni rumah itu ada yang mendatangi dukun/peramal.

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang mendatangi peramal, maka salatnya selama 40 hari tidak diterima.” (HR. Muslim)

Barang siapa mendatangi dukun/peramal, kemudian ia membenarkannya, maka berarti ia telah kufur kepada Al-Quran yang telah diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Ahmad)

Berdasarkan dua hadits di atas, orang yang hanya mendatangi dukun/peramal saja salatnya tidak diterima selama 40 hari. Sedangkan apabila selain mendatangi dukun/peramal, ia juga membenarkan perkataan dukun/peramal itu, maka ia dihukumi telah kufur kepada Al-Quran. Nah, pada kondisi yang demikian, dimana salatnya tidak diterima selama 40 hari atau ia dianggap telah kufur, maka sudah tentu dirinya tidak lagi berada di bawah penjagaan dan perlindungan Allah SWT. Dengan demikian, jin jahat/setan akan leluasa untuk mendekati dan menempelinya, juga leluasa untuk masuk ke dalam rumahnya, kemudian menetap di sana, dan akhirnya membawa energi jahat ke dalam rumah tersebut. Oleh karenanya, rumahnya akan diliputi kekuatan gelap yang membuatnya terkesan suram dan angker (wingit).

Penyebab rumah menjadi angker (4): rumah itu digunakan untuk berbuat maksiat.

Rumah yang digunakan untuk berbuat maksiat akan menjadi sarang jin jahat/setan. Rumah dimana di dalamnya terdapat aktivitas maksiat, maka malaikat tidak akan masuk ke dalamnya dan menjauh. Pada saat malaikat menjauh, maka jin jahat/setan beserta bala tentaranya akan leluasa mendekat, kemudian masuk ke dalam rumah itu. Mereka akan membisikkan hal-hal jahat dan mempengaruhi pikiran para penghuninya agar terus berbuat jahat/maksiat, sehingga malaikat semakin enggan mendekat. Rumah yang seperti itu akan memiliki hawa yang suram karena diliputi oleh energi gelap para jin jahat/setan. Hal tersebut membuat orang yang berkunjung enggan berlama-lama ada di rumah itu. Walaupun fisik bangunannya megah, tetapi suasana di dalam rumah itu akan terasa sumpek dan tidak mendamaikan hati sama sekali.

Demikianlah pembahasan mengenai penyebab rumah menjadi angker, sarang jin jahat. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

Baca Juga: Salah Memperlakukan Mimpi Bisa Sangat Berbahaya

Hits: 247

Leave a Reply